Loading
X
Selamat Datang di Portal Resmi Kecamatan Ngambon Bojonegoro © 2014
Komitmen SKK Migas-EMCL Membantu Pengembangan Biogas: Energi Terbarukan, Banyak Keuntungan

 Ramah lingkungan  dan  sangat menguntungkan,''  kata  Sutrisno, warga Desa Glodog, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban saat ditanya seputar penggunaan biogas di tempat tinggalnya.

Pada 2015, Sutrisno bergabung dengan Program Biogas yang difasilitasi ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) atas dukungan SKK Migas. Program tersebut bertujuan mengenalkan dan meningkatkan penggunaan energi alternatif yang terbarukan.

Energi alternatif biogas dihasilkan dari kotoran hewan (sapi) yang telah terfermentasi dalam reaktor biogas. Kotoran sapi yang telah diproses dalam reaktor biogas tersebut akan kehilangan kandungan gas metana, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk pertanian yang ramah lingkungan.  Gasnya dapat digunakan untuk memasak dan penerangan. Sisanya, untuk pupuk.

''Awalnya saya tidak tahu.  Ternyata,  manfaat biogas tidak hanya untuk rumah tangga, tapi juga untuk pupuk organik yang dapat meningkatkan kekebalan tanaman dari hama penyakit,'' ujar Sutrisno  yang bertani  kacang dan padi.

Keputusannya untuk bergabung dengan Program Biogas membuka berbagai peluang baru.  Salah satunya, dia  menjadi anggota bagian pemasaran Koperasi Tunas Mekar Abadi.  Koperasi berbasis usaha biogas yang berlokasi di Dusun Bentaro, Desa Glodog, Kecamatan Palang, Tuban.

Melalui pengolahan kotoran sisa (slurry)  dari reaktor biogas, Koperasi Tunas Mekar Abadi berhasil meraup untung dari penjualan 2.100 kilogram (kg) pupuk organik ke pelanggan perorangan dan salah satu hotel di Tuban pada 2018. Berkat pendampingan dari program tersebut, Koperasi Tunas Mekar Abadi mampu mengelola usaha berbasis biogas yang meliputi; pengumpulan, produksi, pengemasan, hingga pemasaran pupuk organik  yang dinamakan Super Glonik (Suplemen Pertanian Glodog Organik).

Program Biogas merupakan  wujud  dari komitmen EMCL dalam mempromosikan pemakaian energi alternatif yang terbarukan. Dalam pelaksanaannya, EMCL bekerjasama dengan Yayasan Trukajaya, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang berpengalaman dalam pengembangan program biogas bagi masyarakat melalui pemanfaatan kotoran ternak. Melalui program itu, EMCL membangun 221 reaktor biogas di tujuh desa di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban.

Penghargaan Platinum dari  Corporate Forum for Community Development  (CFCD)  dan Badan Standardisasi Nasional  pada  Indonesia Sustainable Development Goals Award 2019  merupakan pengakuan keberhasilan Program Biogas.

''Biogas dapat menjadi solusi energi masa depan. Selain membantu kebutuhan energi rumah tangga, kandang ternak pun menjadi bersih dan kotoran sisanya dapat diolah menjadi nilai tambah untuk pertanian,'' ujar Benny Kurniawan, Program Manager LSM Trukajaya.

Di Desa Glodog, sekitar 42 unit reaktor biogas telah dibangun dengan partisipasi penuh dari masyarakat yang tergabung dalam Koperasi Tunas Mekar Abadi. Melalui koperasi itu, para anggota penerima manfaat program biogas dilatih dan didampingi untuk memiliki keterampilan manajemen usaha, khususnya terkait pemanfaatan biogas.

Berbagai kegiatan pendampingan juga dilakukan, termasuk pengembangan tata kelola organisasi, pemetaan potensi pasar, pembangunan rumah pupuk biogas, pelatihan penggunaan biogas, penyuluhan usaha produksi biogas, dan pengembangan desa mandiri energi.

Camat Palang, Kabupaten Tuban, Rohmat mengaku senang program tersebut dilaksanakan di wilayahnya. ''Sangat bagus sekali dan sangat mendukung produksi pupuk lokal, sehingga perekonomian masyarakat pun ikut terbantu,'' ujarnya.

External Affairs Manager EMCL, Ichwan Arifin, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan  wujud  komitmen perusahaan  yang membantu pemerintah untuk ikut mengembangkan  perekonomian masyarakat.

''Selain ramah lingkungan, pemanfaatan biogas juga memberikan harapan baru terhadap pengembangan energi alternatif yang terbarukan, serta peningkatan usaha berbasis biogas,'' pungkas Ichwan. ''Semoga masyarakat dapat meneruskan program tersebut secara mandiri dan berkelanjutan setelah memperoleh pelatihan dan pendampingan.” ( admin/radar online )